KLASIFIKASI PROGRAM PEMERINTAH DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN SERTA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA MASA SOEHARTO

 

 

Kemiskinan merupakan permasalahan umum yang dihadapi oleh negara - negara yang sedang berkembang di dunia. Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang berkembang terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan bagi warga negaranya. Salah satu langkah nyata adalah melalui penerbitan kebijakan pemerintah melalui dokumen peraturan perundang-undangan yang mendukung pengentasan kemiskinan yang kemudian dituangkan ke dalam program-program pengentasan kemiskinan. Adapun program untuk mengentas kemiskinan pada masa presiden adalah :

1.      Periode 1974 -1988

Rencana pembangunan lima tahun (Repelita) yang dijalankan pemerintah,  di tempuh melalui program sektoral dan regional Untuk lebih mempermudah bagaimana pelaksanaan program sektoral dan regional digambarkan sebagai berikut:

a.       Program Sektoral

Program sektoral merupakan program yang berorientasi pada peningkatan produksi dan pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs approach) sepereti sandang, pangan, kesehatan. Biaya dari program ini dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dilaksanakan oleh berbagai instansi dan lembaga pemerintah tingkat pusat.

b.      Program Regional

Merupakan program yang berorientasi pada kepentingan daerah untuk menyerasikan dan mempercepat pembangunan daerah (SDM). Program ini disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan kemampuan dari daerah tersebut. Hal ini ditujukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah dan menghilangkan kemikinan di daerah tersebut yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat setempat. Dalam program regional ini ada beberapa program yang dilaksanakan, yaitu:

1.)    Program inpres memiliki beberapa tujuan antara lain:

Pemerataan pembangunan, Mengurangi kesenjangan pendapatan dan mengurangi kesenjangan laju pembangunan antar daerah, meningkatakan kemampuan aparat pemerintah daerah dan melaksanakan pembangunan sesuai dengan kemampuan daerah dan kemampuan masyarakat setempat, tetapi tetap sejalan dengan program pembangunan nasional.

Sedangkan ciri dari program inpres adalah:

a.)    Sumber dana berasal dari APBD dan dimasukkan sebagai penerimaan APBD

b.)    Program ditentukan oleh pemerintah pusat sedangkan pemerintah daerah bertugas menyusun perencanaan teknis dan melaksanakan serta mempertanggungjawabkan terhadap pemerintah pusat.

c.)    pembinaan, pengendalian, dan pengawasan dilakukan secara koordinatif oleh departemen teknis dan instansi terkait. Terdapat beberapa jenis program inpres: Bantuan Pembangunan Daerah tingkat I, Bantuan Pembangunan Daerah Tingkat II, Bantuan kepala Desa/Kelurahan, Inpres Desa Tertinggal, Inpres

 

2.)    Program Pengembangan Wilayah Terpadu Swadana (PPW-Swadana)

Tujuannya untuk meningkatakan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat berpenghasailan rendah, baik yang berada diperdesaan maupun perkampungan kumuh diperkotaan.

3.)    Program Pengembangan Kawasan Terpadu (PKT)

program pembangunan yang dirancang khusus untuk menanggulangi kemiskinan dan mengembangkan kemampuan masyarakat di daerah-daerah yang relative tertinggal karena belum tersentuh program-program pembangunan dan menghadapi permasalahan khusus seperti keterpencilan lokasi, keterbatasan sumber daya alam, lahan kritis, kekurangan prasarana dan saranan fisik.

 

2.      Periode 1988-1998

Pada dasarnya pada periode ini program yang dilaksanakan adalah meningkatkan program-program yang telah dilaksanakan sebelumnya :

a.       Program Penajaman

Dilakukan percepatan pembangunan perdesaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah perdesaan, terciptanya struktur perekonomian yang lebih kukuh, tersedianya prasarana dan sarana perekonomian di desa yang lebih baik, berkembangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta upaya pelestarian lingkungan, makin berfungsinya lembaga pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan desa untuk mengurangi jumlah pendududk miskin di perdesaan dan jumlah desa tertinggal. Pembangunan Desa diarahkan untuk meningkatkan daya guna dalam (1) mendorong kegiatan sosial ekonomi masyarakat desa, (2) menggerakkan peran serta masyarakat, (3) memperkuat kelembagaan masyarakat, (4) meningkatkan kemampuanaparatur desa, (5) mengembangkan teknologi tepat guna perdesaan, serta (6) mengembangkan administrasi di tingkat kecamatan dan desa. Diwujudkan dalam bentuk berbagai bantuan terdiri dari bantuan untuk menunjang kegiatan PKK, pembinaan Anak dan Remaja.

b.      Program Inpres Desa Tertinggal (IDT)

Program ini ditujukkan untuk menanggulangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Program ini memberikan dana kepada 20 ribu desa tertinggal dengan dana sebesar 20 juta pertahun. Sebagai uapaya bersama untuk menanggulangi kemiskinan dan dapat menumbuhkan kebersamaan untuk saling memberi kesempatan berpartisipasi seluas-luasnya dalam pembangunan terutama kepada penduduk miskin. Tujuannya pertama, instruksi untuk mengoordinasikan semua program pembangunan sektoral, regional dan khusus yang ditujukkan untuk menanggulangi kemiskinan. Kedua, pemberian dana sebagai modal bagi masyarakat desa miskin untuk membangun diri sendiri melalui kegiatan sosial ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Ketiga, koordinasi dan keterpaduan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan, serta seluruh upaya, sumberdana dan sumberdaya yang diarahkan untuk mendukung dan memperlancar upaya peningkatan peran serta penduduk miskin dalam pembangunan.

c.       Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT)

Program ini dilaksanakan dengan Pemberdayaan Masyarakat melalui : (1) meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, (3) menciptakan lapangan kerja di desa. (4) meningkatkan kemampuan kelembagaan desa/masyarakat, (5) meningkatkan keterampilan masyarakat desa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta memelihara prasarana yang telah dibangun, (6) meningkatkan pembentukan modal di desa.

Dalam masa pemerintahan bapak presiden Soeharto menitik fokuskan dengan tujuan mengurangi angka kemiskinan dengan memberikan program yang dapat menunjang kehidupannya, tidak hanya itu presiden Soeharto juga membuat program untuk menunjang sarana dan prasarana untuk pedesaan dan pedalaman agar tidak mengalami derah ketrbelakngan atau menjadi daerah yang kumuh dengan memberikan dana setiap tahun sebesar 20 juta, untuk memanfaatkan SDM dan SDA yang dimilikinya sehingga bisa menunjang dan memanfaatkan dana APBD. Dan yang terakhir adalah mensejahterahkan masyarakat melalui meningkatkan program kesehatan sehingga tidak hanya memfokuskan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat saja namun kebutuhan fasilitas kesehatan juga diperbaiki.

Di samping kebijakan ekonomi yang sudah mulai menunjukkan hasil, ternyata kita melihat ada faktor eksternal yang sangat berperan di sini. Ada kenaikan harga minyak dunia di tahun 1973-1974, dan ini kemudian berlanjut hingga ke tahun 1981. Minyak ini sudah pasti telah memberikan keuntungan tersendiri bagi Pemerintahan Soeharto. Tingginya porsi ekspor minyak bumi dan gas alam (migas) yang lebih dari 60 persen di pertengahan tahun 1970-an, menyebabkan Indonesia menjadi negara yang kaya secara mendadak saat itu karena pendapatan ekspor migas tersebut. Selama pembangunan Jangka Panjang 1970-1995, melalui berbagi sektor pembangunan, kita mencatat bahwa berbagai langkah dan kebijakan telah dilakukan untuk menanggulangi kemiskinan.

Berdasarkan catatan, harus diakui, bahwa sejak tahun 1976 hingga 1996 jumlah kaum miskin di Indonesia telah turun sebesar 31,7 juta jiwa. Demikian juga dengan angka head count index, dalam periode waktu yang sama menunjukkan, persentase penduduk miskin telah turun dari 40,08 persen menjadi 11,34 persen dan penurunan absolut terbesar terjadi di wilayah pedesaan. Keberhasilan pemerintahan orde baru dalam program pengentasan kemiskinan sudah diakui oleh berbagai lembaga termasuk lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia. Bahkan sebagai mana banyak dikatakan orang, turunnya angka kemiskinan absolut dan persentase penduduk miskin secara drastis merupakan mukjizat di era orde baru.


Komentar